Varian Baru Virus Corona, Delta dan Kappa

Varian Baru Virus Corona, Delta dan Kappa

Varian delta setelah sempat menggegerkan publik, muncul varian baru virus corona di Indonesia. Varian terbaru tersebut bernama virus corona kappa yang kasus infeksi telah ditemukan di Jakarta. Keduanya merupakan varian yang sama-sama ditemukan di India. Perkembangan corona virus melalui mutasi, kita kenal antara lain ada varian alpha, betha, delta dan kappa. Tantangan terbesar yang di alami Indonesia adalah mengatasi lonjakan orang terinfeksi varian delta. Berbeda di negara eropa, mereka pernah mencapai rekor diserang oleh varian alpha, kappa dan delta. Keempat varian ini tumbuh dan berkembang di sekian banyak negara di dunia. Tentunya cara mengatasi virus tetap menerapkan 5M dengan disiplin.

Apa yag dimaksud dengan 5M, adalah memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, cuci tangan dengan sabun dan mengurangi mobilitas. Penerapan 5M ini sangat penting, sesuai dengan pendekatan medis. Akan memberikan rasa aman, jika anjuran ini diterapkan dengan baik. Apapun varian virus cara untuk meresponsnya sama. Termasuk virus kappa yang baru-baru ini sudah masuk dan berkembang di DKI Jakarta. Dalam hal ini, maka kita sebagai masyarakat umum perlu mengetahui beberapa hal yang membedakan antara varian terbaru virus yakni delta dan kappa. Supaya bisa melakukan analisa gejala akibat dari serangan virus tersebut. Perbendaan ini menjadi sebuah keharusan untuk diketahui.

Perbedaan Varian Baru Virus Corona, Delta dan Kappa

Varian Baru Virus Corona, Delta dan Kappa
  1. Varian virus corona yang paling cepat menular adalah delta. Varian ini kini berjalan mengglobal mengungguli virus lain karena kecepatan tingkat persebarannya. Pernah terjadi di Inggris, delta menyebar hingga 99 persen kasus. Tidak hanya di Inggris, varian delta juga nampak di seluruh negara eropa dan amerika serikat. Varian delta berkembang sangat cepat sesuai dengan karakter penularannya yang mudah. Di rusia virus varian delta memecakan rekor sebagai kasus harian penularan tertinggi. Varian delta memiliki tingkat 60 persen lebih cepat menular dibandingkan dengan alpha 50 persen. Dalam penelitian, delta memiliki nilai penularan 1:6, yakni jika ada 1 orang terpapar maka ada 6 orang lain yang akan tertular. Gejala umum varian delta adalah demam, pilek, sakit kepala dan tenggorokan.
  2. Selanjutnya, varian kappa menjadi virus yang pertama kali ditemukan di India. Virus ini kini sudah masuk ke Indonesia dan ditemukan di DKI Jakarta. Varian kappa dikhawatirka memiliki tingkat kemudahan penularan yang tinggi hingga berpotensi mematikan. Diantara gejala yang dialami oleh varian kappa adalah ruam disekujur tubuh, batuk, pilek dan mata merah. Kondisi yang buruk adalah ditambah dengan adanya keikutsertaan penyakit yang lain. Hal ini dikhawatirkan akan memperparah keadaan tubuh. Catatan ini sangatlah penting untuk diketahui bersama sebagai langkah antisipasi tertularnya virus yang ada.
  3. Tidak hanya itu saja, sesungguhnya masih ada beberapa jenis virus yang lainnya. Seperti ada virus gamma sebagai varian baru virus corona yang jika terkena memiliki gelaja batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam dan pusing. Ini menjadi perhatian bersama bahwa virus corona menyerang siapapun yang tidak waspada.

Mengatasi Virus dengan Melakukan Vaksinasi

Menjadi hal yang menarik bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi terserangnya varian baru virus corona. Yakni dengan melakukan vaksinasi dan menerapkan 5M secara disiplin kemanapun dan kapanpun kita pergi. Hal ini sangat penting dilakukan demi menjaga keamanan bersama. Sebab kesehatan sangat mahal harganya, jadi harus dijaga betul sebaik-baiknya dengan menerapkan prokes yang baik.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *